Senin, 01 November 2010

Jangan Maksa!



3476badai-axl-1.jpg
Kondisi alam Indonesia di bulan ke depan kurang bersahabat buat pengendara. Sejak pagi hari matahari jarang nongol. Sorenya hujan deras. Buat yang naik motor, kondisi ini tentu menyulitkan, terutama kalau disertai angin kencang atau badai.

Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding mengungkapkan bila hujan turun lebat hingga mempengaruhi jarak pandang mata, sebaiknya jangan teruskan berkendara. Pandangan terganggu akan mengurangi reaksi kita.

“Jarak pandang yang pendek akan membuat sulit pengendara untuk mengantisipasi hal yang ada di depannya,” tegas Joel yang lama tak ada kabar.

Tapi jika jarak pandang masih normal, silakan alias monggo lanjutkan perjalanan. Tapi tetap ada rambunya juga lho. Anggono Iriawan, yang konsen di soal safety riding dari PT Astra Honda Motor (AHM) ikut nimbrung. Katanya, hujan disertai angin kencang masuk dalam faktor lingkungan yang bisa menyebabkan kecelakaan.3477joels-mastana-boyo.jpg

“Dalam kondisi seperti ini, angin atau badai bisa menyebabkan pohon tumbang, atau billboard jatuh. Ini risiko yang harus dipahami pengendara jika memaksakan diri untuk terus jalan,” bilang Anggono.

Karena itu, ia menghimbau kepada aparat terkait untuk segera melakukan pengecekan terhadap pohon dan reklame di jalanan agar tidak menimbulkan bahaya jika terjadi hujan badai itu. Tentunya juga, untuk berjaga-jaga bikers harus tetap memantau kondisi up-date cuaca yang bakal terjadi di hari itu. “Sekarang ini informasi mengenai kondisi cuaca mudah diakses. Kita bisa melakukan persiapan lebih akurat. Baik itu orang maupun kendaraannya,” bilang bapak ramah berkulit hitam manis itu.

Angin kencang ini juga bisa menjadi masalah bagi bikers yang melewati jalur jembatan layang. Dalam kondisi normal, angin samping yang berhembus aja sudah bisa membuat oleng motor, apalagi dengan tambahan hujan yang disertai angin kencang.

“Paling aman kecepatan sekitar 30-40 km/jam saat hujan besar. Makin cepat motor melaju dalam keadaan hujan, pengendara dipastikan akan kesulitan untuk mengendalikan keadaan. Terutama jika motor tiba-tiba oleng,” kata Anggono lagi.

Kondisi udara yang dingin makin bertambah dengan hujan yang turun. Karenanya, disarankan agar lebih aman pakai sepatu karet dan sarung tangan. Kalau pas gak bawa, tetap gunakan sepatu yang telah dipakai. Jangan sampai kaki dan tangan telanjang. ”Rasa dingin bisa mengurangi reflek kaki dan tangan dalam mengendalikan motor,” yakin Anggono yang bapak satu putri itu.

Pada saat hujan, permukaan jalan bercampur dengan oli dan pasir, sehingga akan membuat jalan menjadi lincin dan juga bisa bikin ban menjadi slip. “Dalam kondisi kecepatan rendah akan lebih banyak alur ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, dan membuat daya cengkeraman ban lebih baik,” kata Anggono.

Jangan lupa jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Usahakan lebih panjang dari biasanya atau ketika jalan kering. Karena jalan licin, titik pengereman akan lebih panjang. Saat membelok jaga posisi motor setegak mungkin. Semakin miring, kemungkinan ban sliding juga makin besar. Untuk memgurangi efek sliding, bisa juga dengan menurunkan tekanan ban sekitar 2-4 psi. Tujuannya agar luas permukaan ban yang menempel di aspal menjadi jauh lebih lebar.

Penulis/Foto : Hend/Herry Axl, Boyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong Kritik dan Sarannya ya...